Exif_JPEG_420

Ketua TIDAR Sulut Standius Bara Prima Sambangi Keluarga Korban Tragedi Drag Race Upai

Jurnal Mongonow.Com-Pasca tragedi  Drag Race  di Kelurahan Upai, kecamatan Kotamobagu Utara kota kotamobagu  Ketua TIDAR Sulut Standius Bara Prima menyambangi  rumah-rumah keluarga korban

​ Bara Prima hadir didampingi Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, anggota DPRD Sulut Dhea Lumenta, Ketua Panitia Lucky Sugeha, Ketua TIDAR Kotamobagu Irvan Monggo serta jajaran pejabat daerah lingkup Pemkot Kotamobagu.

Dalam kesempatan tersebut ketua Bara prima juga menyerahkan santunan  dan menyampaikan  belasungkawa kepada keluarga korban

kunjungan ini bagian dari  memberikan dukungan moral  rasa  empati yang dalam  bagi keluarga yang menjadi korban atas tragedi tersebut.

Sebelum bertolak ke Kotamobagu dan Bolmong ketua Bara prima  terlebih dahulu menyempatkan diri  mengunjungi   sejumlah korban luka yang masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

​ Kunjungan  diawali di Desa Bilalang bersatu berlanjut ke Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, lalu ke Desa Pontodon.

Di Pontodon, kedatangan rombongan diterima langsung oleh Sangadi Mulyono Mokodompit bersama pihak keluarga korban. kemudian diteruskan ke beberapa rumah keluarga korban lainnya.

Di setiap rumah yang dikunjungi, Standius memilih untuk duduk bersama keluarga, mendengarkan cerita kehilangan mereka, serta menyampaikan belasungkawa dan santunan duka cita secara langsung.

Menegaskan Komitmen dan Kehadiran di Tengah Duka Kehadiran TIDAR Sulut dalam momentum ini tidak lepas dari posisi organisasi tersebut sebagai salah satu pihak sponsor dalam penyelenggaraan ajang balap yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 lalu.

Insiden fatal tersebut diketahui menelan 8 korban jiwa dan mencederai belasan orang lainnya. ​Bagi Standius, kedatangannya ke rumah duka bukan sekadar tentang penyerahan bantuan atau santunan teknis, melainkan wujud rasa empati mendalam untuk menemani keluarga yang ditinggalkan di saat suasana mulai sepi. ​

Langkah ini diharapkan dapat memberikan penguatan moral bagi keluarga korban bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit pascatragedi. (*)

Komentar Facebook

komentar

About Redaktur