Benny Rhamdani,Terima Keluhan Asosiasi Driver Online Manado

JurnalMongondo.com-MANADO-Asosiasi Driver Online (ADO) Sulawesi Utara merasa posisinya terus tertekan . Sebab Pemerintah dinilai mengatur para Driver online dengan regulasi dan pembatasan-pembatasan secara sepihak melalui wacana pergub.

Lepas dari beberapa hambatan diatas, para pengemudi online juga mengeluhkan akan tindakan sepihak Aplikator yang memotong saldo Driver dengan alasan yang tidak jelas.

“ Sering terjadi pemotongan saldo tanpa alasan yang jelas oleh pihak aplikator,” jelas ketua ADO Sulut Ryan Welcome , Rabu (31/01) di rumah kopi billy kawasan mega mas Manado

Pihak ADO menilai hal tersebut dikatakan tidak beralasan dikarenakan pemotongan saldo yang dilakukan oleh pihak Aplikator hanya melihat dari hasil penilaian User.

“ Kami selaku driver sering diisengi juga oleh user. Aplikator hanya melihat dari sisi penilaian. Tanpa memediasi antara driver dan user, semisal pendapatan atau saldo masuk Rp 1.000.000, sering dipotong hingga Rp 600.000. Yang kami pertanyakan uang potongannya kemana?,” keluh Ryan yang didengar langsung oleh Benny Rhamdani, Anggota DPD RI Dapil Sulut

Menyikapi hal tersebut, BRANI (sapaan akrab Benny Rhamdani) berusaha sesegera mungkin mengatasi masalah yang dialami para anggota ADO yang berjumlah 22 Komunitas dan 14.000 anggota ini.

“ Kita segera gunakan relasi dan kekuatan kita bersama, saya sudah coba hubungi semua relasi secara personal yang bisa membantu kepentingan banyak orang ini. Mudamudahan dalam waktu 1 minggu sudah ada hasil yang akan saya kabarkan ke teman-teman,” jelas BRANI

Komentar Facebook

komentar

About Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *