Minggu, 27 September 2020

Pemkot-Dekot Seriusi Pengambangan Wirausaha Lokal

 Jurnalmongondow,kotamoabagu – Pemkot Kotamobagu terus memberikan ransangan bagi wiusahaan lokal, dengan adanya berbagai program dan kegiatan yang diturunkan di tahun anggaran 2017.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kotamobagu, Herman Aray mengatakan langkah yang akan dilakukan untuk tahun investasi dan perekonomian ini, dengan menerbitkan beberapa  ijin usaha bagi wirausahaan lokal yang ada di Kota Kotambagu. “Ada 1.000 izin usaha akan dianggarkan melalui APBD 2017,”  ucapnya. Kepda mediajurnalmongondow senin(17/4/2017)

Menurutnya program ini didorong agar setiap usaha lokal bisa mendapatkan Kredit Usaha Rakyat, untuk memberikan modal agar bisa meransang para pelaku wirausaha lokal.

“Setiap usaha pastinya membutuhkan modal, sehingga dengan modal ini bisa meransang pelaku usaha lokal untuk terus mengembangkan usahanya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Herman menjelaskan ketika usahanya sudah berkembang, pemerintah akan memasarkan hingga ke luar daerah. “Kami nantinya akan mengajak kerja sama dengan beberapa investor untuk memasarkan produk UKM. Selain untuk di dalam daerah semisal ke toko-toko dan minimarket, akan dipasarkan hingga ke luar daerah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu Hidayat Mokoginta mengatakan dalam rencana kerja anggaran (RKA) sudah tertata pengadaan bantuan peralatan untuk indutsri lokal diantaranya bantuan alat kemas. Selain itu, ada juga anggaran untuk pelatihan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi tenaga kerja industri lokal. “Ini semua agar para pelaku industri lokal dan tenaga kerjanya, bisa bersemangat dalam mengembangan setiap produknya untuk bersaing di pasar-pasar,” kata Hidayat.

Sementara, Wakil Ketua Komisi III Dekot Kotamobagu Adrianus Mokoginta, SE, mendukung program pemerintah Kota Kotamobagu dalam pengembangan UKM di tahun investasi ini. Apalagi, Pemerintah pusat mencanangkan program ekonomi berbasis Usaha Kecil dan Menegah (UKM) guna meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, terutama masyarakat pedesaan.” Kotamobagu memiliki banyak potensi yang bisa dimaksimalkan untuk kegiatan industri pangan, industri sandang dan kulit, logam dan elektro, kimia dan bangunan serta kerajinan. ini tentu harus lebih diseriusi Pemkot KK,” jelasnya.

Selanjutnya, Adrianus memetakan problem-problem yang dihadapi oleh penggiat ekonomi lokal. Problem-problem yang muncul beragam, mulai dari pemanfaatan potensi lokal, permodalan, ketersediaan alat hingga pemasaran. Dan yang tidak kalah penting adalah menjaga konsistensi serta semangat para pelaku usaha.”Jika masalah-masalah itu bisa terselesaikan, maka 823 IKM dan ribuan pelaku UKM yang tersebar di 4 kecamatan di KK akan menjadi potensi kekuatan besar yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Selanjutnya, ini juga akan membuka lapangan pekerjaan baru dan mendorong PAD Kota Kotamobagu,” jelas Adrianus yang juga sebagai Satkorcab Banser Kota Kotamobagu. (R1)

 

 

Komentar Facebook

komentar

About Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *