jurnal Mongondow,Com- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi tepat di kaki Gunung Lokon, Kota Tomohon, membuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara harus turun tangan dan membentuk tim terpadu bersama Pemerintah Kota Tomohon dan TNI/ Polri.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Provinsi untuk turun ke lokasi membantu upaya pemadaman kebakaran yang diperkirakan telah melahap sekitar 200 hektare lahan.
Saat di konfirmasi kepada Kepala BPBD Sulut menyampaikan Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi dengan membawa personel pemadam kebakaran serta peralatan pendukung.
“ Diperintahkan langsung oleh Gubernur YSK. Kami turun bersama Damkar sekitar 15 personel, juga dibantu TNI-Polri dan Pemkot Tomohon,” ungkapnya.
Tim turut membawa peralatan jet shooter dan mobil water cannon untuk mendukung upaya pemadaman. Namun, kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, membuat petugas harus menempuh pendekatan pemadaman secara manual.
“ Kami saat itu berada di posko kaki Gunung Lokon dan berusaha mencapai titik api. Diperkirakan sekitar 200 hektare yang terbakar. Kami kemudian membuat hilir api dan melakukan pemadaman secara manual karena area sulit dijangkau mobil Damkar,” jelasnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari masyarakat, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke area sekitarnya. Upaya pemadaman yang melibatkan berbagai unsur akhirnya membuahkan hasil.
Asisten 1 Pemprov Sulut Denny Mangala yang juga turun ke lokasi menyampaikan bahwa api di kawasan Gunung Lokon berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WITA. Menurut Mangala, keberhasilan pemadaman tersebut merupakan hasil kerja bersama personel TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta para relawan yang berada di lokasi. “Api sore ini sudah padam sekitar pukul 16.00 WITA. Dibantu TNI, Polri, BPBD, Damkar, Pol PP dan relawan, api bisa padam, termasuk hujan yang turun tadi di seputaran Gunung Lokon,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Gubernur YSK telah menugaskan Satgas Provinsi untuk turun langsung membantu penanganan kebakaran di kawasan tersebut. Meski api telah berhasil dipadamkan, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama di area yang sulit dijangkau petugas.
Sementara itu, Koordinator Tim Ahli Gubernur Ferdinand Novi Mewengkang yang juga turun di lokasi pemadaman mengatakan, selain fokus pada pemadaman, satgas turut memberikan perhatian terhadap risiko gangguan kesehatan akibat asap kebakaran. ”Arahan Gubernur YSK agar penggunaan masker bisa terus digunakan oleh masyarakat, tim telah menyiapkan bantuan masker untuk membantu mengurangi paparan asap yang dapat memicu gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” Ungkapnya
Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Lokon diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun rumput secara sembarangan, terlebih saat kondisi lingkungan kering dan berpotensi mempercepat penjalaran api. “Diimbau juga agar tidak membakar rumput atau sampah. Jadi, lebih berhati-hati dan selalu menggunakan masker,” tambah Mewengkang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan melalui perilaku yang bertanggung jawab, ditambah kesiapsiagaan petugas dan dukungan masyarakat, menjadi bagian penting untuk melindungi lingkungan serta keselamatan warga di sekitar Gunung Lokon.(dilansir Dari Media Manadoku )
JURNAL MONGONDOW | Barometer Informasi Totabuan Barometer Informasi Totabuan
