Jurnal Mongondow.com – Gubernur Yulius Selvanus melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).
Pelantikan dan pengambilan janji jabatan tersebut berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Dalam prosesi tersebut, Gubernur menegaskan bahwa promosi jabatan di wilayahnya murni berdasarkan capaian kinerja, loyalitas, dan integritas, bukan karena faktor kedekatan dengan pimpinan.
Menurut Gubernur, percepatan karier seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sepenuhnya berada di tangan pegawai itu sendiri melalui hasil kerja nyata.
Langkah ini menjadi bukti komitmen pemeringkatan jabatan yang bersih dari intervensi non-profesional.
“Kalau dia baik, pasti kariernya cepat. Karena karya-karyanya sehingga kariernya cepat naik. Karena kerja dan kinerjanya baik, maka hati gubernur digerakkan untuk segera melantik menjadi definitif,” ujar Yulius.
Gubernur juga memberikan motivasi kepada para pejabat lain yang saat ini masih memegang status Pelaksana Tugas (Plt).
Ia meminta mereka tidak berkecil hati dan terus menunjukkan dedikasi serta prestasi terbaik dalam melayani masyarakat.
Menurut Yulius, pihak pimpinan daerah tidak akan pernah menahan hak ASN untuk berkembang selama mereka mampu menunjukkan kualitas kerja yang mumpuni.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendongkrak efektivitas pelayanan publik di Sulawesi Utara.
“Kalau sudah Plt, kalau kerjanya baik pasti dijadikan definitif. Gubernur dan Wagub tidak akan menghambat hakmu untuk berkarier lebih tinggi. Catat itu,” tegas Yulius di hadapan para pejabat yang hadir.
Lebih lanjut, Yulius mengakui dinamika karier di birokrasi sering kali menghadapi tantangan dan hambatan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran ASN Pemprov Sulut untuk menyikapi setiap pergeseran posisi secara positif sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
Prinsip penempatan pegawai yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place) menjadi dasar dalam setiap keputusan rotasi jabatan.
Yulius mengingatkan agar tidak ada pejabat yang merasa kecewa apabila harus berpindah tugas.
“Biasa dalam karier itu panjang, tersendat-sendat dan banyak halangan untuk naik. Tapi bagaimana kita menyikapinya dengan integritas, pasti akan dilihat oleh pimpinan untuk naik. Jadi jangan sakit hati kalau digeser,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Gubernur menginstruksikan ketiga pejabat definitif yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dan meningkatkan ritme kerja.
Jabatan baru ini harus diikuti dengan semangat dan tanggung jawab yang lebih besar demi kemajuan daerah.
Tiga pejabat yang sebelumnya berstatus Pelaksana Tugas (Plt) kini resmi menjabat secara definitif:
-Hendrik Tendean sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut
-Franky Tintingon sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulut
-Niklas Silangen sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sulut.(*)
JURNAL MONGONDOW | Barometer Informasi Totabuan Barometer Informasi Totabuan
