Jurnal momgondow.Com-Nilai raport merah bagi semua murid adalah sebuah musibah yang berkepanjangan bagi pemiliknya.
Bahkan angka yang di tulis mengunakan tinta merah tersebut, mampu menghipnotis sikologis sang pemilik nilai merah itu.
Mulai dari predikat kurang Baik, juga pasti akan terasing di antara teman-teman sekelas.
Tak kerap sang pemilik nilai merah tersebut menjadi Bulan-bulan saat sang pendidik mencotohkan Hal-hal yang kurang baik pada proses belajar mengajar berlangsung.
Kata kata ” Masah depan mu suram” datang silih berganti dari segala arah sehingga itu, Nilai MERAH pada Raport adalah Momok yang paling di takuti oleh orang tua murid
Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Pria kelahiran Manado 31 Agustus tahun 1979 Ronal Saweho lelaki yang memiliki kulit sawo Matang dan rambut gaya elegan itu, justru bertolak belakang dengan kehidupan yang ia jalani saat ini, dirinya mengaku pernah mengalami hal tersebut raport hasil ujian saat duduk di bangku sekola menengah Umum terbakar alias banyak nilai merah, itu pun di unggah nya pada akun media sosial pribadinya Ronal Saweho dengan mengunakan Caption ” “ternyata kita pernah jadi murid teladan” (nuansa humoria).
Ia menuturkan dirinya pernah bersekolah di sekolah Menengah Umum (SMU) Pusaka 1 jakarta pondok bambu, namun kandas Dan melanjutkan di sekolah menengah Atas(SMA) Ebenezer Manado hingga Tamat.
Menurnya Ronal Saweho memiliki nilai merah pada raport hal yang paling buruk yang pernah ia alami namun, itu bukan akhir dari segala galanya.” Tentunya ini bukan contoh yang baik saat raport hasil ujian kita banyak memiliki nilai merah ( angka yang paling rendah pada penilaian pendidikan) namum itu bukan akhir dari segala galanya saya suda mengalaminya” ujar Bos Onal pangilan akrabnya. Hotinimban (30/4/2026) 23.14 PM
Justru lanjut Saweho, itu menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus melakukan perubahan baik cara berfikir hingga menata masa depan.” Kuncinya dalam proses kehidupan ini,teruslah lakukan. Perubahan, selalu berfikiran positif dan berkawan denga semua, jangan pernah menganggap remeh orang lain, hargai setiap pendapat orang. Ketika itu kita tanamkan dalam diri kita maka kesuksesan akan di berikan oleh Tuhan yang maha kuasa.” Ucap Saweho
Baginya Pendidikan sejatinya bertujuan untuk membentuk karakter, kejujuran, dan adab, bukan sekadar mengisi kepala dengan fakta. Angka di raport atau IPK seringkali statis, sementara nilai-nilai kehidupan (integritas, etos kerja, daya juang) adalah apa yang kita bawa hingga lanjut
Pesan saya ” Jadikan nilai sebagai motivasi untuk disiplin, namun jangan biarkan angka mendefinisikan harga diri Anda. Proses, kejujuran, dan kegigihan adalah pembuktian sesungguhnya dari pendidikan yang berhasil. ” Tandasnya
Di ketahui saat ini Ronal Sawewo menjabat sebagai Manajer Human Resources Development (HRD) pada Perusahaan pertambangan PT Bulawan Daya Lestari ( BDL) yang berkedudukan di Bolaang Mongondow
Penulis:Iwan m
JURNAL MONGONDOW | Barometer Informasi Totabuan Barometer Informasi Totabuan
