Jurnamongondow.Com-Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang meliputi Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, dan Bolaang Mongondow Utara di Kawasan Paloko Kinalang (Sanpalk). pada Jumat malam, 06/11/2026, menjadi momentum penting bagi dunia pers nasional.
Dalam arahannya, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengangkat angle khusus mengenai beratnya tantangan dunia jurnalistik di era disrupsi digital serta pentingnya menjaga marwah dan kedaulatan produk jurnalistik profesional di hadapan hegemoni platform global.
Di hadapan para pengurus PWI se-BMR yang baru dilantik serta disaksikan oleh Ketua PWI Sulawesi Utara Sintya Bojoh, Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M, dan Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Akhmad Munir memberikan penekanan tajam terkait tekanan ekonomi dan perubahan lanskap media akibat gempuran teknologi.
Menurutnya, arus informasi digital yang bergerak sangat cepat saat ini telah mendisrupsi media konvensional.
Kendati demikian, ia mengingatkan kembali akar sejarah kepeloporan PWI sejak didirikan pada tahun 1946. Hampir 90 tahun mengabdi untuk bangsa, PWI lahir dari rahim perjuangan para wartawan yang mengantarkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Nilai-nilai perjuangan, integritas, dan kepeloporan tersebut ditegaskan harus terus dijaga sebagai doktrin utama anggota PWI.
“PWI lahir dari para wartawan yang berjuang mengantarkan kemerdekaan Indonesia. Tantangan ke depan semakin berat dengan adanya disrupsi digital dan dominasi platform global, namun kita harus mampu beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan memastikan produk jurnalistik kita tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa,” tegas Akhmad Munir.
Lebih lanjut, Ketua Umum PWI Pusat menyoroti fenomena maraknya disrupsi media sosial di mana setiap individu kini dapat bertindak memproduksi informasi tanpa patuh pada kode etik jurnalistik.
Kondisi ini menuntut kader-kader PWI untuk tidak menyerah pada keadaan, melainkan memperkuat kapasitas diri dalam menghadapi berbagai tantangan dari berbagai platform global.
Ia berpesan agar para wartawan di daerah terus meningkatkan kompetensi, wawasan, serta melakukan adaptasi pola kerja agar karya jurnalistik tidak tergerus oleh arus informasi instan yang kerap mengabaikan akurasi.
Produk jurnalistik profesional harus tetap hadir sebagai “oksigen” dan rujukan informasi yang benar, akurat, berimbang, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Acara pelantikan yang turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota legislatif, serta unsur pimpinan daerah se-BMR ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pers dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan di Sulawesi Utara.
JURNAL MONGONDOW | Barometer Informasi Totabuan Barometer Informasi Totabuan
