Buka Pegelaran Rona Budaya Sulut 2026 Gubenur YSK Sebut,Kegiatan Seperti Ini,Menjadi Agenda Rutin Daerah Setiap Tahun

Jurnal Mongondow.Com-Gubernur sulawesi utara yulius selvanus mennghadiri acara rona budaya sulut tahun 2026 dalam sambutanya Gubenur YSK  menyampaikan rasa hormat dan terimah kasih bagi panitian yang telah berhasil menyelengarakan acara ini. ”

Saya memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak,  Dinas Kebudayaan Daerah, Panitia Pelaksana, para Budayawan, Seniman, Pemerintah Kabupaten/Kota, hingga Insan Pers,kerja keras dan kolaborasi kita semua dalam merancang perhelatan ini adalah bukti nyata komitmen dan dedikasi demi menjaga nyala api kebudayaan di Bumi Nyiur Melambai “ ujar Gubernutr YSK.

Menurut gubernur terselenggara kegiatan ini adalah bentuk komitmen kita semua untuyk trerus menjaga budaya asli sulawesi utara.  “Rona Budaya ini harus menjadi sebuah rasa bangga bagi kita semua sebagai masyarakat Sulawesi Utara.  Kita dianugerahi oleh Tuhan kekayaan tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang luar biasa tangguh dan mempesona. Dengan tema “Merayakan Warisan Budaya, Merawat Keberagaman, Menguatkan Identitas  daerah. Rona Budaya Sulawesi Utara mempertemukan tiga pilar kebudayaan utama kita yakni Nusa Utara, Minahasa Raya, dan Bolaang Mongondow Raya. Kebudayaan bukan sekadar cerita masa lalu di dalam buku sejarah, melainkan benteng pertahanan  jati diri serta mesin penggerak kemajuan daerah di masa depan. Selama sebulan penuh, kita diajak menyelami kekayaan tradisi lewat  Pekan Bataha Santiago, Pekan Maria Walanda Maramis, Pekan Adampe Dolot,   hingga Pekan Keragaman Nusantara. Perjalanan budaya ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan wujud nyata penghormatan kita terhadap warisan leluhur dan pahlawan bangsa. “ Jelasnya   Berangkat dari kesadaran mendalam itulah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmen bahwa Pekan Kebudayaan Daerah ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai agenda resmi daerah. “ Ini  adalah janji pemerintah untuk menyediakan wadah yang terstruktur, inklusif dan berkelanjutan bagi kemajuan kebudayaan “ jelanya

Di ujung sambutanya  Guberbur YSK berharap  pagelaran seperti  ini, akan berdampaka positif bagi pertumbuhan ekonoimi masyarakat secata merata.“

“ Pelaksanaan Rona Budaya Sulawesi Utara memberikan dampak positif yang nyata dan meluas. Kegiatan ini harus mampu melestarikan Warisan Budaya  Takbenda (WBTb), memberdayakan ekonomi kreatif dan UMKM kebudayaan lokal, serta  memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya (cultural tourism) bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Lebih dari itu, Rona Budaya Sulawesi Utara  harus meneguhkan harmoni sosial dan persatuan kita dalam semangat Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara. Oleh karena itu, kepada seluruh  jajaran Pemerintah Daerah Provinsi  dan Kabupaten/Kota: mari kita jadikan event ini sebagai momentum untuk terus membina para pelaku seni, memfasilitasi UMKM lokal, dan mengintegrasikan  nilai-nilai budaya dalam setiap kebijakan pembangunan di daerah. Khusus kepada generasi muda Sulawesi Utara, jangan pernah malu melestarikan tradisi dan bahasa daerahmu. Jadilah generasi yang cerdas dan modern, namun tetap berakar kuat pada identitas leluhur kita.  Saudara-Saudara yang Saya hormati, Sebelum mengakhiri sambutan ini, Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara  mari  kita ramaikan dan sukseskan pekan kebudayaan ini dengan rasa bangga dan gembira. Tunjukkan kepada Indonesia  dan dunia bahwa Sulawesi Utara adalah daerah yang kaya, damai, berbudaya,  dan selalu melangkah mantap menuju  masa depan. Demikian yang dapat Saya sampaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kita semua dalam membangun daerah, Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.” Tandasnya

Akhinmya pantun  pun bergememah akhiri sambutan  “ Hubungan terpanah alunan lagu, Bekuk raga menjadi tak berdaya. Jangan pernah malu dan ragu, Untuk menjaga dan melestarikan budaya. ” (iwan)

 

 

 

 

Komentar Facebook

komentar

About Redaktur