Harga Cabai Meroket Pemkot Gelar Pasar Murah

Jurnalmongondow,kotamoabagu- Meski dibukan hari kerja, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu tetap melakukan aktivitas, seperti terlihat di pasar 23 maret. Dimana, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Herman  Aray bersama jajarannya, Sabtu (04/03) melakukan operasi pasar bersama Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) cabang Gorontalo untuk menekan harga bawang, rica, tomat (Barito) yang memang akhir-akhir ini meroket. Kadis Herman Aray, ditemuai oleh sejumlah awak media dilokasi operasi pasar mengatakan, “Kegiatan ini sifatnya untuk menekan harga barito yang oleh masyarakat dikeluhkan, olehnya Pemkot menggandeng PPI cabang Gorontalo

 

“Untuk saat ini, harga khusus cabe/rica yang kami jual 95 ribu/kg dari 125 ribu yang dijual pedagang, begitu juga dengan harga bawang dan tomat, semuanya dibawah harga, yang oleh warga tentunya sangat direspon dan disambut gembira,” jelas Aray.

Disinggung kegiatan ini berlangsung berapa lama, oleh Aray mengatakan , hanya satu hari saja, namun kami tetap akan melakukan pemantauan serta mengambil langkah-langkah antisipasi atas melonjaknya harga barito, yang menurutnya melonjak harga barito khusus rica/cabe karena dipasok keluar  Sulawesi, seperti ke Jawa mengingat terjadinya gagal panen di Pulau itu.

Sementara ditempat yang sama, Hendra Manoppo salah satu Kabid pada Disperdakop UKM mengatakan, informasi yang kami dapat, harga rica oleh penyuplai dijual seharga 60 ribu/kg kepengecer/penjual, yang oleh mereka dipatok 125 ribu/kg kepembeli, yang tentunya ini bisa meresahkan, olehnya kami mengandeng PPI cabang Gorontalo untuk menekan harga.

 

 

Salah seorang pembeli, kepada sejumlah awak media mengatakan, “Sangat mengapresiasi langkah Pemkot khususnya Disperdakop yang peka atas persoalan harga barito,”Terima kasih Ibu Walikota dan Pak Aray, sudah sangat tepat operasi pasar ini dilakukan, karena kami juga merasa terbebani dengan harga barito yang mahal,” ungkap Ibu Syan, pemilik salah satu rumah makan di Kotamobagu(R1).

 

 

Komentar Facebook

komentar

About Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *